ujicoba daycare

Awalnya gue dan Putra nggak mau buru-buru masukin Sigi sekolah. Takut bosen kalo kecepetan mulai sekolah. Lagian kami berdua merasa sanggup menstimulasi Sigi pada kegiatan sehari-hari atau sengaja bikin kegiatan khusus buat Sigi di akhir pekan. Pokoknya, kami pede deh kalo mau homeschooling aja, apalagi pasti didukung sama neneknya.

Faktanya susah ternyata ya! Susah mengimbangi si anak. Menurut neneknya yang psikolog pendidikan, Sigi ini perkembangan kognitifnya bagus sekali, logikanya jalan, secara fisik juga sehat, pokoknya perkembangannya baik. Nah, tapi perkembangan sosialnya nih yang musti dirangsang. Sigi kan cuma anak kecil sendirian di rumah, kalaupun ada, cuma ada si Riki yang juga sudah lebih besar. Biar belajar bersosialisasi, Sigi musti main dan ketemu anak-anak sebayanya.

Sebenarnya sempet diniatin mengajarkan bersosialisasi melalui playdate mingguan bareng Mahdi. Awal-awal sih masih memegang komitmen buat ketemuan setiap minggu, eh lama-lama gak gampang juga lho menyesuaikan waktu, belum lagi kalo nanti anaknya ganti-gantian sakit. Sekarang aja udah 2 minggu lebih nggak main sama Mahdi! Akhirnya teman mainnya masih didominasi sama ortu, tante oom, nenek kakek, hehehe.

Nggak cuma butuh bersosialisasi sih, tapi Sigi juga semakin butuh kegiatan lebih banyak karena kalau di rumah terus-terusan akhirnya jadi lebih banyak nonton tivi aja. Plus, dipikir-pikir setelah sempet berkunjung ke salah satu sekolah di Bintaro/Ciputat, TK impian gue buat Sigi, kayanya Sigi memang butuh bersekolah biar nggak norak juga pas nanti beneran sekolah di Taman Kanak-kanak.

Sayangnya kelas di sekolah Bintaro/Ciputat ya baru mulai di tahun ajaran baru di bulan Juli nanti. Eh kok ya pas lagi mikir-mikir strategi yang lebih enak tentang sekolah Sigi, eh tiba-tiba dibilangin nenek, kalau Sigi akhirnya mendapat kursi di daycare di Depok! Wah langsung deh buru-buru konfirmasi untuk jadi mengambil. Yang tadinya baru bisa bergabung di bulan Maret, malah maju di bulan Januari. Sempat gentar karena terlalu dadakan banget. Tapi ya sudah lah, jalanin aja, gak bisa juga menyia-nyiakan kesempatan bagus ini kan. Ya kalo anaknya belum siap dan ternyata nggak menikmati, ya cari jalan lain lagi, gitu aja!

Senin tanggal 7 Januari kemarin adalah hari ujicoba Sigi di daycare Depok. Sigi udah semangat banget pergi ke sekolah, sibuk mau pakai sepatu boots dan harus bawa tas ranselnya sendiri, pokoknya bergaya anak sekolahan deh hahaha. Walaupun sebelumnya sempat ada drama juga karena nggak mau mandi pagi! Waktu tiba di tempat, Sigi juga nggak malu-malu, langsung aja kabur setelah menaruh tas dan sepatu boots-nya. Nggak peduli lagi sama ibu, bapak dan neneknya.

  • IMG_0587 IMG_0589 IMG_0590 IMG_0592 IMG_0595 IMG_0599 IMG_0602 IMG_0606 IMG_0608 IMG_0610 IMG_0611 IMG_0613 IMG_0614
  • Kesimpulan ujicoba di daycare:
  • Sigi nggak malu-malu lagi salaman sama bu guru dan selalu menjawab kalau ditanya sama bu guru
  • Sigi senang mengikuti kegiatan dan nggak menolak kalau diajak ke kelas atau melakukan kegiatan
  • Nggak suka kalo udah sesi duduk di kelas sambil nyanyi-nyanyi dan nari-nari, hahahaha.
  • Mau makan sendiri! Tapi lauk pauk dan sayurnya dicuekin alias yang dimakan cuma nasi putihnya, huhuhu tapi bangga juga melihat kepedean dan semangatnya mau makan sendiri dan menolak disuapi!
  • Mau pipis di toilet tanpa susah payah (kemarin dia nggak pakai popok lho seharian, kecuali pas mau bobo siang)
  • Nggak mau bobo siang karena mungkin baru pertama kali dan merasa aneh nggak tidur di kasur dan kamarnya sendiri. Saat anak-anak lain pada udah rebahan dan kriyep-kriyep menunggu kantuk datang, dia malah lagi ngeliatin seprei sambil nyebutin nama gambarnya satu-satu. Akhirnya dia keluar ruang tidur lalu main dan sibuk sendiri sampai bikin guru-gurunya pada ketawa-tawa ngeliatin dia (main masak-masakan lalu menyuguhkan minuman buat ibu guru-ibu guru yang lagi bikin laporan harian, hahahaha) Oiya, dia sempet gue tinggal aja di sana sama guru-gurunya karena gak tahan udah lapar dan migren. Eh dia nggak nyariin/rewel lho!
  • Nggak rewel atau tantrum sama sekali. Kecuali pas mau diajak mandi sore, karena dia memang selalu menolak mandi, huh!
  • Waktu di kelas ada sesi bercerita dan tanya jawab, Sigi pede banget jawab dan deketin gurunya. Hihihi.
  • Gue juga suka sama guru-guru, cara mengajar dan kegiatannya. Kegiatannya ada terus tapi nggak padat, anak-anak tetap bebas main sendiri juga kalo nggak berminat. Walaupun kebanyakan gurunya muslim dan suasananya jadi bernuansa Islami, tapi daycare ini nggak berbasis agama, jadi saat mengajarkan berdoa, isi doanya pun umum. Cara mengajarnya dan pendekatan guru-guru ke anak-anak juga asik, nggak maksa atau menyudutkan anak. Misalnya kalo ada yang menangis,”Boleh kok menangis tapi sebentar saja ya, nggak usah lama-lama, kalau lama nanti jadi muntah.” Hihihi. Suka deh dengan alasan yang bisa diterima/dipahami logika anak-anak usia batita itu.

Ya mudah-mudahan Sigi suka terus ya di sini. Gue cuma khawatir aja sekarang karena kegiatan dia di daycare dan nggak tidur siang bikin dia terlalu cape sampai-sampai dia rewel banget pas sampe rumah sore harinya. Tidur siangnya jadi telat banget (jam 5 sore-8 malam!) dan tidur malamnya jadi terganggu (jam 22:30!). Bangun pagi hari ini juga jadi rewel dan sempet pilek sampai-sampai dia tidur pagi lho! Padahal biasanya udah nggak pernah. Hihihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s