cerita perjalanan 8 tahun

Akhirnya Avi terjual.

Avi, alias avanza tipe G milik gue, dibeli tahun 2005 pas gue udah mulai bekerja tetap dan punya penghasilan yang sudah cukup mumpuni buat bayar kredit bulanan mobil. Tentunya sih, itu dibeli pake duit bokap, tapi kredit bulanannya gue yang bayar. Awalnya setengah-setengah sama bokap, lalu pelan-pelan gue bayar kredit bulanannya penuh sendiri.

5 tahun melakukan kredit buat gue berdebar-debar banget. Bayangin dengan gaji pekerja awal, gue musti bisa mengatur keuangan supaya bisa bayar kredit dan bergaul. Irit di sana sini, biar bisa boros di tempat lain. Ya intinya sih gue nggak punya tabungan yang berarti, huhu. Tapi ya duitnya ada hasilnya: berupa mobil itu.

Gue inget banget pas saat terakhir gue menyerahkan uang kredit terakhir dan cap lunas sudah ditempel, huaa seneeeeeeng bukan kepalang. Mulai deh foya-foya sekejap karena udah bebas dari ‘hutang’. Rasanya juga sudah beneran jadi orang dewasa, melunasi hutang dan mobil itu resmi milik gue, walaupun balik nama dari nama bokap ke nama gue, baru 1,5 tahun setelah itu sih, hehehe.

Jadi makanya, perjalanan gue sama si Avi, secara harafiah dan literal, bener-bener panjang dan seru. Si avi nemenin gue jalan-jalan kemana-mana. Berangkat kerja, pulang pagi dari lembur, ke Bandung sama anak-anak Omdo (sekali-kalinya avi keluar kota tuh!), sampe cari pacar! Hehehe. Iya, ketemu sama Putra kan ‘dianterin’ Avi. Jadi dari belum punya pacar terus akhirnya pacaran 3 tahun sama Putra, lalu menikah ya Avi yang setia nemenin kemana-mana. Sampai si Sigi lahir, avi juga yang nemenin si bayi baru lahir jalan-jalan sambil tiduran di newborn carseat sampai si bocah sekarang 2 tahun duduk di carseat balita. Dengan cerita ‘perjalanan’ seperti ini, gue jadi merasa terikat sama si Avi.

Total si Avi udah nemenin gue selama 8 tahun. Yes, 8 tahun! Itu juga yang jadi alasan kenapa dia harus dijual. Terdoktrin oleh bokap yang menyarankan ganti mobil per 5 tahun, gue jadi menganggap 8 tahun itu umur yang sudah tua buat sebuah mobil. Walaupun mobil keluaran Toyota, harganya juga akan semakin turun kalau semakin tua, kan? Takutnya pas Avi udah terlalu tua, harga mobil baru juga semakin tinggi dan uang yang kita punya malah udah kepake buat yang lain.

Sedangkan, kebutuhan untuk memiliki mobil baru karena mobil akan digunakan seluruhnya oleh gue yang cuma ‘tau pake’ dan nggak ngerti otomotif (dan nggak mau ngerti juga, hehehe). Putra juga apalagi, secara dia juga nggak nyetir. Lalu kemana-mana gue selalu nyetir berduaan Sigi aja. Jadi, gue butuh mobil yang fit tanpa harus berurusan sama bengkel sampai 5 tahun ke depan lagi.

Berhubung Avi juga dalam keadaan fit, mulus dan rapih walaupun sudah ‘tua’, jadi sepertinya memang saat ini adalah saat yang tepat untuk menjual Avi agar bisa mendapatkan harga yang bagus. Walaupun sih yaaa…saat menulis ini gue juga masih suka merasa keputusan gue bukan keputusan yang paling benar *sniff* Jadi, walaupun memang nggak ada hal yang mendesak (maksudnya bukan karena Avi rusak atau udah jelek), ya diputuskan Avi sebaiknya dijual dan mengganti dengan mobil baru.

Terus ya itu, tiba-tiba aja nggak disangka-sangka, setelah beberapa waktu ‘dipajang’ untuk dijual, ada yang nelpon bokap tertarik untuk melihat avi. Terus rasanya emang seperti sudah direncanakan sama alam kalau Avi harus terjual minggu ini. Orang itu, walaupun sempet nawar dan kekeuh, tapi akhirnya dia mau beli sesuai harga yang ditetapkan oleh bokap dan langsung ngasih DP sebagai tanda jadi. Rasanya saat itu langsung mencelos dan gugup. Antara: nggak siap kalau Avi mau diajak pergi dalam waktu kurang dari 24 jam dan gak ngerti urusan transaksi nominal besar sendirian soal jual beli mobil karena bokap lagi di luar kota.

Pendek kata, setelah konsultasi sama adik ipar yang berpengalaman soal jual beli mobil dan ditemenin nyokap dan supir bokap, urusan transaksi beres besok paginya. BPKB, STNK dan kunci Avi diserahkan ke pemilik baru. Ini bener-bener bikin kupu-kupu terbang di dalam perut, gimana gitu rasanya melihat dokumen-dokumen dan sebuah benda yang beratas nama lengkap gue, diserahkan ke orang lain. Iya, ini pengalaman sensasi yang kayaknya baru pertama kali gue rasakan, campur aduk banget! Tapi pastinya lega juga urusan ini udah kelar, tinggal nyari dan beli mobil barunya aja nih…

6376_142483749947_2772909_n

4895_116256104947_653877_n

222509_5244134947_7528_nIMG_5792IMG_8968photo(22)photo(19)photo(20)

photo(21)

Trims Avi buat jalan-jalan barengnya selama 8 tahun ini, baik-baik ya kamu sama pemilik baru di Surabaya, selamat menikmati perjalanan selanjutnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s