mana ya?

Siang ini, habis belanja bulanan, gue dan Sigi mampir makan siang di restoran Jepang langganan kami di Radio Dalam. Sampai di tempat, gue memesan makanan-makanan yang biasa kami makan: chawan mushi, nasi putih, hana maki dan miso soup.

Pesanan datang dan kami mulai makan. Sigi mainan iPod sembari gue suapi.

Setelah makanan utama habis dilanjutkan dengan makanan penutup (Sigi minta es krim!) dan membayar tagihan makanan, kami beranjak keluar dari restoran.

Saat sudah di luar restoran, tiba-tiba gue berhenti karena merasa belum memasukan iPod ke dalam tas. Tangan gue nggak menemukan sosok iPod saat meraba-raba dalam tas. Akhirnya kami masuk lagi ke dalam restoran untuk mengecek ulang. Saat itu mbak-mbak pelayan sedang membersihkan meja tempat kami makan tadi. Ternyata waktu gue tanya, ada barang ketinggalan, mereka nggak melihat benda asing di sekitar meja.

Gue pun mengecek tas Sigi, siapa tau tanpa sadar Sigi memasukannya di sana. Nihil! Akhirnya gue menenangkan diri dan bertanya pada Sigi dengan jelas,”Sigi, tadi kamu taruh dimana iPod-nya?”

Sigi sempat tidak menjawab karena wajahnya pun terlihat bingung. Waduh, kalo dia sampai lupa sudah menaruh iPod dimana, repot deh!

Gak lama, gue ulang lagi pertanyaan gue. Sigi pun menjawab,”Taruh di kursi, di kantongnya…” Hmmm…kantong kursi. Oke, mungkin maksudnya sarung kursi tatami yang tadi kami duduki. Mbak-mbak pelayan yang tadi ikut mendengarkan penjelasan Sigi juga langsung bergegas memeriksa setiap sarung kursi tatami.

Dan iya! Ternyata iPod ada di dalam salah satu kursi yang bersarung itu, fiuh! Entah apa yang Sigi pikirkan sampai dia memasukan iPod itu ke situ.

Gue nggak marah, lagian Sigi nggak sepenuhnya salah, mustinya gue yang mengingatkan dia untuk mengembalikan ke gue setelah selesai main. Gue malah merasakan momen bangga sama Sigi. Kalo aja dia belum berbicara dengan lancar dan belum bisa menjelaskan dimana dia menyimpan iPod, pasti restorannya kita bongkar tuh tadi, hehehe.

 

2 thoughts on “mana ya?

    • Iyaaa untungnya langsung jawab, biasanya juga ngeles-ngeles gitu Laa atau ngulur-ngulur…fiuh! Kalo gak kan bisa makin senewen gue…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s