rutinitas baru: jalan kaki

Ini udah masuk bulan kedua saya berhenti lari sejak kaki kanan saya keseleo…LAGI! Saya sedih luar biasa pas keseleo di depan rumah itu. Langsung ngebayangin hari-hari saya nggak bisa lari. Plus kesel juga karena nggak berhati-hati. Udah tau kaki kanan gampang cedera tapi kalo jalan masih sembarangan dan nggak hati-hati.

Keseleo kali ini bikin saya jadi lebih memperhatikan kaki saya. Sepertinya saya memang nggak boleh sembarangan pakai sepatu lari karena kaki saya ini ternyata cenderung datar. Kaki datar perlu sepatu dengan bantalan agar kaki tetap stabil menopang badan. Intinya sih, jenis kaki datar itu memang rentan cedera, jadi musti ekstra hati-hati.

Berhubung sepatu larinya harus spesifik, anggaran yang musti disiapkan untuk beli sepatu pun spesifik😛 Nggak bisa asal liat diskonan terus nyamber sepatu yang paling murah. Apalagi kalau sampai memilih sepatu hanya berdasarkan warnanya yang unyu😛 Nah saat ini saya belum siap. Lagian kakinya pun masih belum ‘bener’, belum kerasa enak aja gitu. Pinginnya sih ke dokter kaki atau ortopedi dan sejenisnya, tapi rasanya sih ini cuma keseleo berat yang butuh waktu lebih lama dari biasanya untuk sembuh. Mungkin keinginan ini nggak akan diwujudkan dalam waktu dekat. Tapi kaki saya nggak boleh dibiarkan males dan mengikuti anjuran teman, saya berusaha untuk jalan kaki setiap hari selama 40 menit.

Nyatanya jalan kaki selama 40 menit lebih berat buat saya (harus setiap hari pula!). Rasanya lamaaaa, jadi ngebosenin. Bayangin yaaa…lari aja ngebosenin, apalagi cuma jalan yang kecepatannya 14km/jam. Gitu deh, lagipula keluar rumah dan ketemu matahari itu ternyata ‘stress-reliever’ banget buat saya. Daripada sedih dan makin stres mikirin nggak bisa lari, jalan kaki selama 40 menit dijabanin aja. Oh terus saya sedang berniat menggenapkan total kilometer di Nike+ jadi 200km. Kenapa? Supaya saya punya alasan untuk menghadiahi diri saya sepasang sepatu lari baru!

Hari ini saya jalan kaki keliling kampus UI Depok. Niat ini sebenernya udah lama, bahkan niat awalnya adalah lari keliling kampus, eh tapi keburu keseleo. Walaupun sempat terlintas membatalkan niat waktu melihat langit abu-abu, akhirnya saya tetap jalan kaki menyusuri jalur sepeda lingkungan kampus.  Ya kalau hujan tinggal melipir saja lah di halte bis.

Ini nih pemandangan jalan kaki saya hari ini:

IMG_3252 IMG_3253 IMG_3257 IMG_3258 IMG_3260

Ternyata langit abu-abu bikin jalan kaki keliling kampus jadi menyenangkan. Sekedar informasi, matahari Depok itu ada 10, jadi sebenarnya cuaca mendung itu harus dinikmati. Yang tadinya cuma berniat berjalan sejauh 3km dan akan mencari jalan pintas untuk kembali ke titik awal, akhirnya nggak jadi. Saya malah meneruskan berjalan sampai ke titik awal melalui jalur terjauh dan mencapai 4km, horeee!

photo

Memang sih, mau lari atau jalan, biar nggak bosen harus rajin cari rute baru. Nah jadi setelah hari ini, sepertinya sih jalan kaki keliling kampus UI akan jadi rutinitas mingguan. Semangat! Demi kesembuhan kaki dan sepatu baru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s