kartu ucapan

Saya sangat menyukai kartu-kartu ucapan. Makanya saya senang sekali mengumpulkan kartu-kartu ucapan yang saya dapatkan saat ulang tahun, menikah dan momen-momen istimewa lainnya dari teman-teman dan keluarga. Kartu pos juga seneng sih, tapi simpanan kartu ucapan masih lebih banyak daripada kartu pos. Kartu-kartu itu nggak pernah saya buang, saya simpan saja dan kalau lagi beres-beres lalu menemukan kartu-kartu itu kembali, pasti saya baca-baca lagi dan saya pun senyum-senyum sendiri. Kartu ucapan buat saya personal banget, walaupun ucapannya pendek (tanpa doa-doa), saya sudah merasa terharu bila ada teman dan keluarga yang ‘menyempatkan’ menulis ucapan di kartu dan menuliskan nama saya sebagai penerima di amplopnya. Apalagi di jaman digital seperti sekarang ini!

Nah selain mengumpulkan kartu ucapan yang dikirimkan teman dan keluarga, saya juga hobi banget mengumpulkan kartu-kartu ucapan dari toko buku. Dulu waktu kartu Hallmark dan Indoart masih dijual dengan harga cukup murah, setiap ke toko buku saya pasti nggak kelupaan membeli 1-2 buah kartu. Yang temanya ulang tahun, memberi selamat atas keberhasilan sesuatu, ucapan perpisahan, apa saja. Selain desainnya bagus, kata-katanya pun juga sering kena di hati. Dibeli buat apa? Ya dikumpulin aja, siapa tau nanti butuh untuk ucapan ulang tahun atau momen-momen lain.

Saya juga ingat jaman baru mulai bisa menggunakan komputer, ada software untuk membuat kartu ucapan sendiri (lupa namanya). Jadi, software tersebut sudah menyiapkan template desain sampul, ucapannya bisa kita ubah lalu bisa dicetak sendiri dengan mesin cetak rumahan. Kebetulan waktu itu udah punya mesin cetak berwarna jadi bisa sembarangan banget cetak kartu ini itu, hehehe. Setiap ada yang ulang tahun langsung buru-buru cetak kartu ucapan ‘buatan sendiri’ untuk disematkan pada kado ulang tahun.

Lalu saya menemukan koleksi kartu ucapan kosong alias blank cards milik ibu saya. Dia juga memang hobi ngumpulin kartu-kartu keluaran Unicef. Kayanya hampir setiap tema dia beli dan memang bagus-bagus. Kebanyakan visualnya berupa gambar tangan anak dan foto alam/ pemandangan. Pokoknya sejak itu saya langsung meng-hak-miliki kartu-kartu ucapan kosong milik ibu yang tersimpan dalam kotak-kotak kertas.

Setelah saya nggak inget berapa banyak kartu ucapan yang saya kumpulkan. Memang sih udah nggak pernah mengkoleksi secara sadar lagi, nggak sampe berburu atau rajin ngecekin di toko buku lagi, tapi kalau pas nemu kartu yang menarik, pasti langsung saya beli. Buat apa? Ya sama aja, buat disimpan aja, siapa tauuuu butuh.

Nah salah satu kartu ucapan yang saya suka sekarang ini adalah seri kartunya Gayacards. Gayacards ini bikinan Gayatri, teman saya seorang arsitek dan pelukis. Selain melukis pada kanvas, dia juga menaruh gambar-gambarnya jadi kartu ucapan. Waktu dia memperlihatkan kartu-kartunya…saya pun langsung naksir beraaaaaat!

Gambar-gambar pada kartunya adalah hasil lukisan tangan. Gayatri membuat beberapa seri kartu ucapan seperti seri laut, seri binatang, seri perayaan, dll. Gaya gambarnya pun simpel dan lebih seperti ilustrasi saja karena memang nggak mendominasi kartu.

P1000841

Ini sebagian koleksi Gayacards yang saya miliki. Sebagian sudah saya gunakan untuk diberikan pada orang-orang istimewa pada momen-momen tertentu. Sebenernya sih, walaupun koleksi, saya nggak mau cuma disimpan aja, tapiiii saya memilih banget orang-orang yang saya kasih, hehehe, pilih kasih banget yaaaa😀 Ya paling enggak, orang itu jenis orang yang bisa menghargai barang-barang buatan sendiri/rumahan.

P1000842

Favorit saya ini: seri laut. Ini konon terinspirasi dari beach house miliknya di Hastings, Inggris. Gaya, panggilannya Gayatri, memang berdomisili di kota London. Jadi waktu itu koleksi Gayacards ini baru bisa saya miliki waktu Gaya lagi mudik ke Jakarta, tapi sekarang akhirnya Gayacards bisa didapatkan juga di The Goods Dept, Jakarta. Yay, nggak perlu nungguin Gaya mudik dulu deh🙂

Selain Gayacards, ada juga kartu ucapan seri Vantiani, bikinan mbak Ika, seorang pengrajin kertas dan kolase. Selain blank cards, Vantiani juga memproduksi kartu pos. Selama ini saya selalu mendapatkan kartu-kartu ucapan Vantiani di acara-acara Craft di Jakarta dan Bandung. Pasti deh, kalau ketemu booth-nya mbak Ika, saya otomatis aja langsung menghampiri, pilih-pilih kartu terus bayar, hihihi. Nah kalau Gayacards adalah hasil lukisan tangan, kartu ucapan Vantiani adalah hasil kolase yang khas banget dan ada juga foto-foto jepretan mbak Ika. Oh iya, gayanya pun serba kuno dan berkesan jadul karena mbak Ika ini memang penggemar barang-barang vintage dan hal-hal bergaya lama.

P1000844

Ini juga sebagian koleksi Vantiani, beberapa yang lain udah saya gunakan untuk memberi ucapan selamat buat teman dan keluarga. Nanti kalau ada kesempatan ketemu booth-nya mbak Ika lagi di acara-acara craft, pasti saya menambah koleksi saya lagi.

Nah yang sekarang saya pingin banget miliki juga adalah kartu-kartu ucapan bikinan Ayang Cempaka. Ayang Cempaka ini domisilinya di Dubai dan awalnya dia membuat produk-produk tas kulit bermerek cocomomo. Sekarang ini dia juga merambah pada ilustrasi dan barang-barang kertas (notebook, kartu ucapan). Ilustrasinya ampun-ampunan cakepnya, lukisan tangan pula! Imut, gemes, manis dan a la skandinavia banget gitu. Seri yang ada sekarang adalah Meet Me in the Garden yang bertema bunga-bungaan dan Meet Me in the Zoo yang bertema binatang-binatang. Dua-duanya keren sekali!

Ngomong-ngomong pas saya nulis ini, email pesanan saya dibalas sama mbak Ayang, hihihi, kebetulan banget!

Ini lhoooo karyanya Ayang Cempaka.

1064100_1374318542790555_1763270402_o 1074456_1374317642790645_1583234299_o

Foto dari fanpage Ayang Cempaka design and papergoods.

Jadi nggak sabar menanti pesanan-pesanan saya itu, nanti kalau udah tiba di tangan, saya foto lagi deh. Senang ya melihat kartu-kartu ucapan karya seniman-seniman keren ini. Kartu ucapan jadi terasa semakin personal dan spesial.

Gayacards | http://www.gayacards.com/ | fb: Gayacards

vantiani | http://ikavantiani.blogspot.com/ | twitter: @vantiani | instagram: @vantiani

Ayang Cempaka | http://ayangcempaka.com/ | fb: ayangcempakapaper | instagram: @ayangcempaka

One thought on “kartu ucapan

  1. Dulu gue juga selalu beli kartu2 ucapan, Rin.. Dan sama, buat disimpen juga, yang dikasih ke orang paling beberapa (lebih ke nggak rela, haha). Tapi sayangnya belakangan yang di toko2 buku rada garing ya, gue jadi nggak pernah liat ke bagian itu lagi.
    Sekarang gue malah lebih tertarik ngumpulin kartu pos. Nggak banyak yg dikirim juga sih, dikumpulin aja.
    Dan iya, gue setuju sama tiga pilihan elo di atas. Buatan Ika (Vantiani) itu buanyak banget yang gue suka. Favorit!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s