tentang konsisten

Saat sedang duduk bersama saya di dalam mobil menunggu Putra antri giliran di rumah sakit, Sigi tiba-tiba bertanya.

Sigi: “Bapak kok nggak keluar-keluar?” / Saya: “Iya ya…tapi tadi pas telpon bapak bilang sebentar lagi dipanggil kok, tunggu ya gi, kalau ngantuk bobo dulu aja…Eh atau Sigi mau main ninja (di iPad)?”

Nggak ada jawaban, tapi saya liat dia memang lagi asik utak utik mainan robot-robotannya sambil sesekali membongkar kantong dan boks mainannya. Melihat itu saya buru-buru berubah pikiran atas tawaran iPad, anak ini nggak lagi kebosenan kok cuma wondering aja bapaknya kok nggak selesai-selesai urusan rumah sakitnya. Jadi, saya langsung meralat,”Eh! Ternyata iPad-nya masih di-charge (bohong sih tapi saya nggak punya alasan lain yang lebih masuk akal), nanti aja deh ya…”

Yang bikin saya kaget, dia mengangguk-angguk tanda tidak keberatan. Tapi, yang paling bikin saya kaget, komentar Sigi selanjutnya.

Sigi: “Sigi kan nggak boleh main ninja sama bapak.”/ Saya: “Oh…iya ya?” (sambil mengingat-ingat perjanjian apa di antara Putra dan Sigi tentang iPad)/ Sigi: “Kan bukan hari libur…”

JRENG! Saya lupa total kalau saat itu bukan akhir pekan atau hari libur karena hawa liburan memang sudah sangat terasa. Kemarin itu hari Senin! Perjanjian kami dengan Sigi memang iPad boleh digunakan Sigi hanya di hari Sabtu, Minggu atau hari libur lainnya. Bahkan kalau Putra harus berada di rumah (karena sakit atau bekerja dari rumah) di hari biasa, bukan berarti juga Sigi bisa menggunakan iPad.

Saya:”Eh iya yaaaa…ya ampun Ibu lupa kalau hari ini bukan hari libur! Oke, ya udah Sigi main yang lain saja ya atau baca buku-buku yang udah Ibu bawain atau kalau ngantuk ya bobo aja…” Kali ini pun disambut anggukan mantap dari Sigi.

Asli yaaaa…bangga banget dengernya!

Tapi lalu malu juga karena sadar kalau saya sebagai orang tua malah nggak konsisten (bener-bener lupa sih sebagai pembeneran, hehe).

Malu kalau inget cita-citanya pingin punya anak yang disiplin tapi dirinya sendiri belum disiplin dan berani sama konsekuensi dari cita-cita itu: musti konsisten sama aturan batasan waktu menonton televisi/film dan menggunakan gadget, malah kalau bisa, konsisten mendampingi si anak juga waktu menonton dan menggunakan gadget; konsisten dan rajin memberi kegiatan lain yang beragam dan menyenangkan buat si anak: ajak main keluar rumah, ajak berprakarya dan lain-lain.

Phew!

3 thoughts on “tentang konsisten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s