HIMYD

In short: we met, fell in love and got married. 

Tapi sebenarnya cukup lucu sih perjalanan ketemu si Putra. Menjelang hari ulang tahun pernikahan, iseng ah memutar balik ceritanya lagi.

Seharusnya, gue dan Putra mungkin sudah bisa ketemu di tahun 2001. Waktu itu QB Pondok Indah sedang menyelenggarakan minggu Kubrick. Malam itu, QB memasang film The Shining dan gue menonton bareng beberapa teman: Bin, Dina dan Primas (dan mungkin beberapa orang lainnya lagi, tapi gue nggak inget). Kami mengambil posisi di area pojok karena seingat gue di bagian tengah tempat pemutaran film, ada satu rombongan yang datang untuk nonton beramai-ramai. Sekelebat saya ingat Bin dan Primas menyapa beberapa orang di rombongan itu.

Ternyata, Putra adalah salah satu orang dalam rombongan itu dan jadi orang yang disapa oleh Bin dan Primas juga, hehehe.

Lalu, tahun 2003 gue “kenalan” sama aputski di multiply. Kayaknya nggak sengaja ngobrol gara-gara postingan pameran Julian Opie X Lomography yang lagi diselenggarakan di Museum Nasional. Gue kebetulan ikut sibuk bantuin geng Lomography waktu itu, jadi sempat ikutan jaga nongkrong di museum di hari-hari tertentu. Secara nggak langsung, gue “janjian ketemu” sama si aputski ini di pameran. Tapi, nggak tau kenapa gue nggak ketemu sama si aputski ini. Cuma gue inget sempet melihat cowok ber-backpack kuning, mampir dan liat-liat di booth Lomo.

Lalu beberapa minggu kemudian, di kantor sedang mencari ilustrator/ desainer grafis untuk sebuah projek. Tiba-tiba keinget sama si aputski karena sempet termehek-mehek sama karya ilustrasi yang dia pajang di multiply. Akhirnya gue hubungin melalui ‘direct message’ dan menawarkan kerjaan ini. Pendek kata, si aputski kirim penawaran harga dan taunya…nggak cocok! Hehehe. Jadi, nggak jadi ketemu lagi deh karena nggak jadi ngerjain projek gue.

Akhirnya beberapa minggu kemudian kita beneran janjian ketemuan. Kali ini agendanya mau motret bareng di kota tua. Biar nggak ribet, akhirnya kita janjian ketemu di rumah opa si aputski di daerah Menteng. Soalnya sekalian saya mau parkir gratis karena siang itu kami mau jalan-jalan naik kendaraan umum saja.

Jadi sekitar bulan April 2003, akhirnya gloriboks ketemu juga sama si aputski. Kenalan beneran dengan bersalaman tangan. Eh kita salaman nggak ya? Hahahaha, lupa.


Kalo diinget-inget terus dihubung-hubungin, kocak sih. Kita bisa aja dikenalin dan berkenalan di tahun 2001 di QB itu, tapi ternyata enggak.

Gue inget banget, waktu itu, gue lagi sakit hati-sakit hatinya sama si mantan pacar. Soalnya berdasarkan memori, abis dari QB itu, gue pergi lagi sama temen gue yang lain lagi, biar nggak usah nelangsa sendiri malem-malem di rumah. Galau banget ih, katro, hahaha.

Terus akhirnya baru dipertemukan lagi di tahun 2003, persis dua bulan setelah closure: gue dan si mantan pacar menyelesaikan ‘urusan monyet’ lalu gue bilang ke diri sendiri “Gue nggak mau pacaran (dulu) lagi!”.

Hihihi. Semesta ini memang bekerja dengan cara yang ‘lucu’.

So, Sigi, that’s how I met your dad!

2 thoughts on “HIMYD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s