tahu isi

Makan siang hari ini ada ayam bakar berbumbu, kering kentang, sayur singkong, dan sepotong tahu isi. Tahu yang berisi tauge dan wortel lalu digoreng dengan tepung. Nyam.

Saya makan dengan semangat. Tadi pagi sarapan saya juga cukup membahagiakan, sepotong tahu dan sepotong tempe bacem. Food combining? Hmmm, dengan terpaksa saya menyudahi diet-dietan deh. Entah kenapa badan saya malah serba nggak enak pas diet. Iya mungkin melakukannya masih salah, tapi yah sudah lah, capek ternyata mengatur makan. Jadi, sekarang saya mau mengatur makan dengan cara saya sendiri, toh yang ngerti dan ngerasain badan ya saya sendiri. Yang penting sekarang, makan serba nggak berlebihan aja dan mengurangi makan makanan yang “jahat” dan nggak “bermutu”.

Balik lagi soal sarapan tadi pagi. Iya gara-gara sarapan itu, perut saya gak minta cemilan lagi dan saya bisa bertahan nggak mengunyah sampai jam makan siang. Prestasi lho buat saya! Jadi, makanya pas membuka kotak makan katering kantor hari ini bahagia rasanya menemukan menu makanan yang sesuai selera.

Terutama si tahu isi. I mean, no meal can go wrong with tahu isi. Apapun makanan utamanya, pasti jadinya enak kalo ada tahu isi.

Nah, berhubung makanan pendamping ayam bakar ada sayur singkong dan kering kentang, si tahu isi saya sisihkan dulu. Buat dimakan terakhir. Save the best for last. Lagian kan sendok dan mulutnya juga nggak cukup kalo semuanya harus masuk bersamaan.

Sambil mengunyah nasi plus sayur singkong dan ayam bakar yang dikecapin dan menyuap kering kentang saat mulut sudah lebih kosong, saya mengkhayalkan rasa si tahu isi. Hmmm, pasti tepungnya kriuk, bercampur sama tahunya yang lembut dan toge serta wortel yang juga garing. Terus rasanya gurih-gurih gitu. Bakalan jadi makanan “penutup” yang menyenangkan nih!

Saking bayangan tentang tahu isi begitu menggugah selera, saya jadi pingin cepet-cepet si nasi-ayambakar-sayur singkong-keringkentang habis. Biar saya bisa makan si tahu isi itu. Tapi biarpun pingin cepet-cepet merasakan si tahu isi, saya tetap berusaha mengunyah nasi-ayambakar-sayursingkong-keringkentang dengan baik. Soalnya enak juga, sayang juga kan kalo habis cepet. Labil.

Akhirnya suapan terakhir nasi-ayambakar-sayursingkong-keringkentang sudah selesai saya kunyah. Tahu isi pun saya ambil dan memasukkannya ke dalam mulut. Saya gigit…

Ternyata tepungnya sudah nggak garing.

Saya kunyah…

Ternyata tahunya nggak lembut-lembut amat. Rasanya juga nggak gurih-gurih amat. Tauge dan wortelnya juga nggak crunchy, alias overcooked.

Terus, gimana? Ya, walaupun nggak sesuai harapan, masih kemakan juga sih. Tinggal tambahin kecap dan sambal bu Rudy, rasanya pun jadi lebih tertolong. Akhirnya saya pun jadi tertolong bisa menyelesaikan tahu isi sampai habis, tanpa merasa terlalu sedih lagi.

Rencana dan impian saya juga indah-indah. Waktu ngebayangin dan mengkhayalkan tentang itu sih rasanya excited banget, seru, pokoknya serba menyenangkan deh.

Tapi pas dilakukan dan dijalanin prosesnya, kok nggak sesuai harapan ya.

Terus, gimana? Masak mau berhenti di tengah jalan. Masak mau mundur padahal baru mulai. Masak mau menyudahi padahal belum selesai “bertempur”. Gantung dong. Yang namanya khayalan, impian, rencana yang masih di kepala itu pasti indah.

Jadi? Ya bikin aja supaya bisa jadi sesuai harapan dan seindah khayalan. Seperti si kecap dan sambal bu Rudy yang akhirnya menolong rasa tahu isi jadi lebih enak, sekarang tinggal cari “kecap” dan “sambal bu Rudy”yang bisa bikin rencana hidup yang tadinya nggak sesuai harapan dan seindah khayalan, jadi lebih sesuai harapan dan seindah khayalan.

Ya, kalau pun masih belum sesuai harapan dan seindah khayalan, paling nggak bisa mendekati dan tetap bisa bikin saya senyum-senyum sendiri, seperti tadi pas selesai mengunyah gigitan terakhir tahu isi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s