sekolah (3)

“Saat orang tua terlibat dalam pendidikan dan sekolah anak, nggak cuma menyerahkannya ke guru, sekolah akan jadi lebih menyenangkan buat anak.”

Kira-kira begitu yang dibilang oleh bu JJ, kepala sekolah SGA yang kami kunjungi beberapa waktu lalu ketika mereka sedang melakukan acara open school. Sekolah ini memang menginginkan keterlibatan penuh dari kedua orang tua murid untuk mendukung pembelajaran di sekolah. Makanya, orang tua murid diharapkan bisa ikut menemani dan mengantar anak-anak jika ada kegiatan belajar yang dilakukan di luar sekolah.

Menurut gue, ini menarik. Rasanya sih belum ada sekolah yang secara langsung dan terang-terangan minta orang tua murid seperti ini. Plus jujur sekali, karena lalu bu JJ mengatakan bahwa keterlibatan ini lah yang bisa menjadikan biaya sekolah jadi bisa ditekan.

Secara kasarnya, sekolah nggak perlu menyewa bis untuk kegiatan-kegiatan belajar yang sifatnya harian. Sekolah hanya perlu memaksimalkan fasilitas sekolah yang sudah ada plus bantuan orang tua. Kehadiran orang tua dalam kegiatan belajar ini artinya juga membantu jumlah guru yang terbatas dalam mengawasi anak-anak.

Tapi tentu saja yang dimaksud keterlibatan orang tua di sini nggak cuma untuk kebutuhan ikut anter-anter dan nemenin anak. Menurut bu JJ, selama ini urusan sekolah anak biasanya yang tau cuma ibu, sementara bapak cuma ikut apa kata ibu aja. Nah di sini, bapak juga musti terlibat, makanya kalau ada pertemuan orang tua dan guru, bapak dan ibu harus hadir, nggak boleh salah satu aja.

Secara keseluruhan, gue dan Putra suka sekali dengan konsep dan metode belajar sekolah ini. Kebetulan di acara open school ini, kami bisa melihat sendiri hasil belajar anak-anak dan dijelaskan langsung oleh guru-guru yang terlibat pada proses belajar. Sekolah ini memang menggunakan metode active learning sehingga hasil belajarnya, terutama untuk kelas 1-3, banyak berupa projek. Projeknya pun seru, sehingga bener-bener bisa bikin anak memahami konsep, nggak cuma sekedar menghapal kayak jaman kita dulu.

Konsep sekolah ini juga diterapkan pada acara open school yang dikemas secara menyenangkan juga. Para ortu diberi kesempatan untuk berinteraksi dan saling mengenal, lalu sesi diskusi juga jadi berlangsung dengan asyik. Cara bu JJ menjelaskan juga sangat menyenangkan. Singkatnya, buat gue dan Putra sih, orang seperti bu JJ lah yang memang kami cari untuk bisa jadi partner dalam mendidik Sigi.

Cuma sampai hari ini belum tau sih bakalan mendaftar ke sana apa enggak. Soalnyaaaa…secara lokasi, ternyata sulit untuk dituju. Hiks. Agak muter-muter deh kalo dari rumah. Agak trauma juga nganterin sekolah yang rutenya nggak menyenangkan, stres sendiri dan nyari-nyari masalah banget, secara harus wira-wiri ribet selama 6 tahun gitu lhooo.

Kalau kita berjodoh, kita akan bertemu lagi ya, SGA. Terima kasih buat acara open school yang memberikan pencerahan dan membantu memantapkan hati kami dalam pencarian SD.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s