sekolah (4)

Akhirnya minggu-minggu pendaftaran sekolah dasar untuk siswa baru datang juga. Bukannya ditunggu-tunggu juga sih, tapi tau-tau memang udah waktunya aja! Intinya, pilihan SD “incaran” sudah mengerucut berdasarkan kriteria ini:

  1. Lokasi masih di area tempat tinggal
  2. Sekolah umum (tidak berbasis agama)
  3. Kurikulum nasional, berbahasa pengantar Indonesia
  4. Tentunya punya reputasi yang baik
  5. Sesuai budget

Beberapa minggu lalu kami termasuk si bocah calon anak SD mengunjungi sekolah-sekolah tersebut. Gak usah cerita detil deh ya, karena pasti nggak penting juga diceritain panjang-panjang di sini. Tapi dari kunjungan itu plus perkembangan komunikasi selanjutnya dengan pihak sekolah (in random orders), kesimpulan kami begini:

  • Nggak ada sekolah yang sempurna. Kami bahkan nggak 100% sreg dengan sekolah-sekolah itu. Jadi ya mencoba berdamai saja dengan nilai minus di antara nilai-nilai plusnya.
  • Pilihan anak ternyata nggak selalu sama dengan pilihan orang tua (argh) dan kadang-kadang alasan bocah tentang pilihannya itu cetek dan tidak masuk akal. Tapi jangan dianggap enteng karena mungkin dia sebenarnya belum bisa mengutarakannya saja. Jadi, gali teruuuss pendapatnya. Sambil tetap berusaha memberi arahan ke jalur yang tepat :))))))))))
  • First impression itu memang penting. Jadi, kalo jualan sekolah jangan nyuruh calon murid dan ortunya jalan-jalan sendiri tanpa panduan ya. Bikin ilfil!
  • Tapi walaupun ilfil, tetap lah selalu berbesar hati. Ingat ke poin pertama: tidak ada sekolah yang sempurna.
  • First impression itu termasuk cara dan materi presentasi saat open day. Sebagus-bagusnya konsep sekolah dan metode pembelajaran yang dipunya tapi nggak bisa dipresentasikan dengan menarik…jadinya, meh gitu. Balik lagi: nggak ada sekolah yang sempurna :))
  • Jadwal tes tiba-tiba mendadak diubah itu ngeselin lho.
  • Pendaftaran online yang ada simulasinya itu cangcing. Ortu jadi punya kesempatan buat latihan dan gagap teknologi di hari pendaftaran. Walaupun kalo dipikir-pikir, gilak sih, begini amat mau daftar sekolah. Kayak mau beli tiket pre-sale apa gitu.
  • Kalo ngitung uang bulanan sekolah, tidak hanya SPP lho yang harus dihitung. Tapi juga uang jemputan, uang catering, uang ekskul dan lain-lain. Isssh.
  • Saat berkunjung, selain mengamati guru-gurunya, perhatikan anak-anak muridnya juga, do they look happy? Are they friendly?
  • Last but not least, cek kamar mandinya yaaaaaaa!

Terus, kesimpulan masuk sekolah yang mana nih?

Gak tauuuu :)))))) Yang satu udah daftar tapi belom tes, yang satu pendaftaran belum buka dan baru simulasi pendaftarannya aja. Kita lihat ya.

Oh untuk menambah kekisruhan minggu penuh ketegangan ini, tiba-tiba ada tawaran menarik yang berkaitan dengan masa depan pekerjaan yang bisa melibatkan masa depan sekolah bocah juga. Intinya, bikin galau deh pokoknya! Tapi seperti kata Bapak saya, jangan pernah melewatkan kesempatan yang ada di depan mata (apalagi kalau hati dan logika kompak sama-sama gak ragu). 

SD oh SD…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s